Tuesday, April 10, 2012

kala sepi




kala sepi
anginpun terhenti
dan mati
udara yang kuhirup
serasa bagai air dan pasir

aku melihat
air dan pasir
dan rindumu yang mencair
yang tinggal
hanyalah dusta dan pura-pura

aku berdiri
di atas duri di atas api
di atas bahtera yang kau ukir
dari kata dan janji yang
kau mungkiri


kala sepi
anginpun terhenti
dan mati
udara yang kuhirup
kosong didada lohong

dunia sepi
nafas yang terhenti
dan mati
roh melayang-layang
kembali ke azali


3 comments:

ujang kutik said...

Benar,kala sepi di usia begini kadang-kadang mengngingatkan kita kepada momen-momen membekas yang telah kita tinggalkan tetapi tidak terlupakan.

Anonymous said...

ia adalah kebanyakkan berlaku bila dan tiba saatnya ada sedikit ruang menyendiri atau mengenangi......

ia adalah luahan dari gumpalan kecewa
yang sekadar diluahkan dalam kemerdekaan sebenarnya.

sepi itu ialah usia yang semakin kurang untuk kedepan tapi banyak kenangan disimpan.cuma ada masanya terlayan juga.

sepi itu milek hati yang .....

Anonymous said...

Lari Langgar

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُه,

Lari langgar
Adapun pengguna jalan
masih dibelanggu masalah
sudah pun diturap tar
dan ada belum lagi

lari langgar
berlopak-lopak
dan ada jalan masih berdebu
ada rentas jalan baharu
di ukur jaraknya sahaja

lari langgar
panjangnya entah berapa kilometer
jika dulunya
kiraan batu dan ela
itu orang tua dulu-dulu
sekolah buta huruf
di Kuala Tahan

lari langgar
sifat dan naluri manusia
jika kucing melintas jalan
ah!!! kenapa kucing
bodoh melintas jalan
mati kena gilis tayar
kereta mercedes

lari langgar
aku memang lari
di selekoh berek kereta
tak sempat nak tekan
kucing itu sudah mati

lari langgar
sifat manusia
tidak mengaku
membunuh ’binatang’
tunggu bicara Nabi Sulaiman