Friday, October 29, 2010

sajak hari tua




hari tua ku
adalah menyingkap masa-masa lalu
mencari manis dalam kepahitan
dari secangkir kopi yang kau hidangkan

hari tua ku
adalah mencatat pada lembar sejarah
saat hadirmu kemudian pantas berlalu
sehingga tak sempat mengucap kata


hari tua ku
adalah mengenggam harapan
kelam dan kejam
mengenggam duri dan kaca..

Wednesday, October 27, 2010

sajak polos pagi rabu 27 oktober




pagi ini
aku membaca akhbar
sambil menghirup
secangkir kopi
berita di muka depan;
5 sedia berentap
Galas - Satu lawan satu
Batu Sapi - Tiga penjura

aku terdengar wisel ditiup
aku mendengar keretapi tiba
aku melihat Gua Musang didepan mata
aku terbayang kita berdua
aku melihat kamu
bagaimana akan aku lupakan?

Monday, October 18, 2010

aku ingin menulis



aku ingin menulis
tapi kalamku kehabisan tintanya
aku ingin melukis
tapi aku kehilangan warna

aku ingin menyanyi
tapi aku tiada lagu
aku ingin menangis
tapi aku .........
aku ingin menjerit;
pedihhhhhhhhhhhh!
lihatlah lukaku?

Tuesday, September 28, 2010

GETAR HATI LELAKI

 

kita meredah malam
tatkala ada guris luka
pada dada
dan titis darah
melukis harapan
atau menconteng impian
hatimu
adalah batu kerikil
sedangkan
aku ingin melihat taman
rumput-rumput hijau
air yang mengalir
jernih dan dingin
kuntum yang kau selitkan 
dirambutmu
menyebarkan
harum
menggetarkan birahiku
seorang lelaki


Sunday, September 26, 2010

untuk terakhir kali engkau menyebut namaku




malam gelap
pekat dan pengap
sejalur cahayapun tidak ada
bulan dan bintangpun sudah membenci aku?
ada suara angin
bersuling pada daun-daun bambu itu
aku mendengar 
dan bagai ada derap langkah
perlahan dan hilang
engkaukah itu?
namun langkah itu juga pergi
sepi dan mati
begitu saja...
aku mencari bayangmu
untuk terakhir kali
mendengar
engkau menyebut namaku......
?

Wednesday, September 15, 2010

suara dari dalam lumpur



aku bangun
dari terbenam dalam lumpur
dari dalam lumpur
segalanya aku benamkan
dalam-dalam
untuk aku lupakan
selamanya
selama-lamanya,
aku belut
aku belukang,
rupanya bau lumpur lebih harum
dari pipimu

Friday, September 10, 2010

SELAMAT HARI RAYA AIDIL-FITRI



Selamat Hari Raya Aidil-Fitri kepada semua terutama follower dan dan para sahabat pembaca setia yang mengunjungi blog ini. Sepuluh jari kususun serta maaf adan ampun kupohon atas segala kekhilafanku selama ini.

Kepada semua mereka yang kusayangi dan menyayangi, segalanya kusimpan dalam ingatan, selama-lamanya.

Wednesday, September 1, 2010

sajak tanpa nama




hendak kunamakan apa sajak ini?
tiada siapa pun peduli
apa pun namanya akan hilang nanti
dibawa angin resah
yang mendesah pada daun-daun bambu
lalu kekal disitu
dan tak bernama selamanya

hendak kutujukan pada siapa sajak ini?
bila aku juga sudah kehilangan kamu
yang asyik menelan kata-katamu dahulu
manis namun beracun diakhirnya
angin tetap akan mambawa khabar
dari setanggi yang terbakar.


hendak kau apakan namaku?
yang dulu bermain dibibirmu
namun kini kau benamkan
kedalam lumpur
kelemasan dan hilang 
bagai tubuh yang mati kaku.






Monday, August 16, 2010

engkau kumaafkan tetapi benciku masih kusimpan dan berkekalan



aku ingat dan sedar
tatkala aku kau umpamakan sebagai
batu untuk loncatan
menyeberangi sungai kehidupanmu,
aku kaujadikan sebuah tugu
atas nama cinta namun tidak ada setianya
dan apabila kau sudah sampai ke sana
batu itu kau terjang,
tidak kau perlukannya lagi,
aku hanya pengisi ruang kosong
seketika kau sunyi dan memerlukan
kau bagai memberi harapan namun tiada janji
kau menarik mendekati namun kau menjauhi
aku dikhianati
dan jadikan korban
atas nama percintaan.


engkau kumaafkan tetapi benciku masih kusimpan 
dan berkekalan
sebagaimana api yang membakar seluruh padang
membakar pohon-pohon
dan jika engkaupun masih di sana
aku tetap tidak sudi
memandang ke arahmu
walaupun kau akan hangus dan hancur terbakar
oleh api itu
meninggalkan arang dan debu-debu.

Saturday, August 14, 2010

dia diana





kau memilih bumi
yang langitnya tipis
dan jauh dari mentari
lalu kau akan rindu
pada terik mentari itu
yang membakar legam
tubuh ibu dan bapamu,
angin musim disini sentiasa hangat
menyebar bau asin ikan dijemuran
sedang di pasir pantai
kita melihat bahang panasnya
meruap ke udara.
tatkala turun hujan
membasah bumi 
hilangkan dahaga semusim pohon-pohon
kekalkan kehijauan sepanjang zaman.
mungkin engkau dapat bertahan
dicengkam kedinginan kabus berdebu
atau diselimuti salju
berdiri diatas istana cintamu
tapi tentu engkau tidak lama dapat bertahan
demi kerinduanku
tatkala melihat nafas akhirku kulepaskan
bersatu dengan roh nenek moyang
dan bumi ini akan tetap terus subur
hingga engkau kembali
menerima warisku
sebagaimana aku menerima
dari yang terdahulu......


klia 
12.8.2010



Friday, August 13, 2010

aku tinggalkan segala kenangan

aku tinggalkan segala kenangan
kubuang seluruh impian
tak ada yang tinggal lagi
untuk aku mengenangmu
engkau bagai sebuah pelabuhan
tempat dimana aku berlabuh
tetapi telah jauh aku tinggalkan
dan tak mungkin berbalik lagi

Monday, August 9, 2010

sinar bulan yang pecah





aku melihat pada malam
dari celah-celah jendela 
ada sinar cahaya berselerakkan
bulan yang pecah
pada retak-retak cermin
siapa yang melihat luka didadaku berdarah?
aku sumpah pada setiap titis airmata
akan gersang huma padi semusim -
rindupun sudah ku buang
dan seketika 
kehilangan maknanya!